Rabu, 21 Mei 2014
Kamis, 15 Mei 2014
13th International Conference on Data Envelopment Analysis
The organizers of the 13th International Conference on Data Envelopment Analysis have the great pleasure of
inviting you to participate in the DEA2015 Conference to be held at
the Technische Universität (TU) Braunschweig, Germany, on August 24 to
28, 2015.
Being the eldest of its kind in Germany, the TU Braunschweig possesses a 250-year tradition of research and
teaching. It is located close to the center of Braunschweig, a dynamic
city founded in the early middle ages which lies at the foot of the
Harz, a lovely low mountain range.
In
this pleasant environment, DEA2015 plans to bring together researchers
and practitioners interested in the development of the DEA methodology
and its applications to performance management in both public and
private sectors. Theoretical and empirical papers on DEA and related
fields in efficiency and productivity analysis are also invited.
Kamis, 24 April 2014
[TER-UP DATE] PELATIHAN METODOLOGI SMART CONSULTING: SEM, AHP, DEA (5-7 MEI 2014)
Training SEM
(Structural Equation Modeling): Senin, 5 Mei
Training AHP (Analytical Hierarchy Process):
Selasa, 6 Mei
Training DEA (Data Envelopment Analysis): Rabu,
7 Mei
Selasa, 11 Maret 2014
NEW TRAINING: Pelatihan Metode Parametrik (SFA) dan Nonparametrik (DEA) untuk Pengukuran Tingkat Efisiensi Kantor Cabang
SMART Consulting, 24-25 Maret 2014
PENDAHULUAN
Data Envelopment Analysis pertama kali
diperkenalkan oleh Charnes, Cooper dan Rhodes pada tahun 1978 dan 1979.
Semenjak itu pendekatan dengan menggunakan DEA ini banyak digunakan di dalam
riset-riset operasional dan ilmu manajemen. Pendekatan DEA ini lebih menekankan
kepada pendekatan yang berorientasi kepada tugas dan lebih difokuskan kepada
tugas yang penting, yaitu mengevaluasi kinerja dari unit pembuat keputusan/UPK
(decisionmaking units). Semenjak tahun 1980an, pendekatan ini banyak
digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dari industri perbankan secara
nasional.
DEA merupakan suatu teknik program linier yang
digunakan untuk mengevaluasi bagaimana suatu proses pengambilan keputusan dalam
suatu unit beroperasi secara relatif dengan unit lain dalam sampel. Selanjutnya
proses tersebut akan membentuk suatu garis frontier yang terbentuk dari
unit-unit yang efisien yang kemudian dibandingkan dengan unit yang tidak
efisien untuk menghasilkan nilai efisiensinya masing-masing.
Sedangkan dengan menggunakan metode
parametrik, ada 2 pendekatan untuk menghitung efisiensi, yaitu stochastic
frontier approach (SFA) dan distribution free approach (DFA) Metode
SFA ini dikembangkan oleh Aigner, Lovell, Schmidt pada 1977. Pada metode ini, profit dari suatu bank
dimodelkan untuk terdeviasi dari profit efficient frontier-nya akibat
adanya random noise dan inefisiensi.
Karena pentingnya kedua metode riset ini khususnya dalam hal pengukuran efisiensi
dan kinerja cabang, maka SMART CONSULTING di bawah naungan CV
SMART CORPORA akan mengadakan pelatihan selama 2 hari dalam rangka memenuhi
kebutuhan para praktisi yang hendak menggunakan metode DEA dan SFA.
Rabu, 05 Maret 2014
TRAINING PENGUKURAN KINERJA KANTOR CABANG BANK SYARIAH DENGAN PENDEKATAN MSI-AHP (MAQHASID SYARIAH INDEX-ANALYTIC HIERARCHY PROCESS) & METODE TWO STAGES DEA (DATA ENVELOPMENT ANALYSIS)
SMART CONSULTING, 18-19 MARET 2014
PENDAHULUAN
Bank syariah, sebagai
pionir dari industri keuangan syariah di Indonesia, perlu mengetahui posisi
pijaknya dimana saat ini berada. Setelah 20 tahun lebih pasca kehadiran sejak
1992, bank syariah perlu mengetahui bagaimana kinerja organisasi berjalan
dengan baik. Jika pada fase 10-20 tahun lalu adalah tahap pertumbuhan dan pengembangan,
maka pada fase ini bank syariah mulai masuk tahap review, sudah sejauh mana bank syariah efektif memberi manfaat bagi
masyarakat.
Pelatihan ini
menawarkan dua pendekatan yang berbeda untuk pengukuran kinerja bank syariah,
berikut kantor cabangnya. Satu dari sisi maslahah-syariah,
yang lain dari sisi tingkat efisiensi yang dimiliki. Yang pertama dengan
pendekatan Maqhasid Syariah Index dengan
pembobotan value syariah dengan Analytical Hierarchy Process. Sementara
yang kedua dengan metode Two Stages
DEA (Data Envelopment Analysis) untuk mengukur tingkat efisiensi dan
produktivitasnya.
Maqhasid Syariah Index merupakan
sebuah pengukuran yang berguna untuk mengukur kinerja perbankan syariah yang
dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip maqhasid
syariah dengan tujuan agar ada sebuah pengukuran bagi bank syariah yang sesuai
dengan tujuannya. Pengukuran kinerja bagi perbankan syariah ini tidak berfokus
hanya pada laba dan ukuran keuangan lainnya, akan tetapi dimasukkan nilai-nilai
lain dari perbankan yang mencerminkan ukuran manfaat non profit yang sesuai
dengan tujuan bank syariah. Pengukuran kinerja dilakukan dalam beberapa tahap,
yaitu: menentukan tujuan syariah, menghitung rasio kinerja, menentukan
indicator serta menghitung jumlah akhir kinerja.
Senin, 24 Februari 2014
Beberapa Software Metode DEA
Data Envelopment Analysis (DEA) diperkenalkan oleh Charnes, Cooper, dan Rhodes. Metode ini merupakan salah satu alat bantu evaluasi untuk meneliti kinerja dari suatu aktifitas dalam sebuah unit entitas. DEA adalah sebuah teknik pemrograman matematis yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi relative dari suatu kumpulan unit-unit pembuat keputusan (decision making unit/DMU) dalam mengelola sumber daya (input) dengan jenis yang sama sehingga menjadi hasil (output) dengan jenis yang sama pula, dimana hubungan bentuk fungsi dari input ke output diketahui.
DEA adalah alat evaluasi atas aktivitas proses di suatu sistem atau unit kerja. Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi komparatif atau relative antara satu unit dengan unit yang lain pada satu organisasi. Pengukuran secara relative ini menghasilkan dua atau lebih unit kerja yang memiliki efisiensi 100% yang dijadikan tolok ukur bagi unit kerja lain untuk menentukan langkah-langkah perbaikan. Dari pernyataan-pertanyaan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode DEA ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja suatu unit yang mana dengan menggunakan analisa ini dapat diketahui unit mana dan faktor apa yang harus ditingkatkan dalam unit tersebut.
Secara prinsip metode DEA ini menganut pendekatan non parametric yang berbasis program linier (Linier Programming). Beberapa software yang dapat digunakan untuk analisis DEA adalah Banxia Frontier Analyst (BFA), Warwick for data envelopment analysis (WDEA), LINDO, MaxDEA, DEAP (DEA Program), DEAFrontier, PIM-SoftDEA dan lain sebagainya.
Jumat, 14 Februari 2014
TRAINING PENGUKURAN TINGKAT EFISIENSI PERBANKAN DENGAN METODE DEA, 19-20 FEBRUARI
PENDAHULUAN
Data Envelopment Analysis pertama kali diperkenalkan oleh Charnes, Cooper dan Rhodes pada tahun 1978 dan 1979. Semenjak itu pendekatan dengan menggunakan DEA ini banyak digunakan di dalam riset-riset operasional dan ilmu manajemen. Pendekatan DEA ini lebih menekankan kepada pendekatan yang berorientasi kepada tugas dan lebih difokuskan kepada tugas yang penting, yaitu mengevaluasi kinerja dari unit pembuat keputusan/UPK (decision making units). Semenjak tahun 1980an, pendekatan ini banyak digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dari industri perbankan secara nasional.
DEA merupakan suatu teknik program linier yang digunakan untuk mengevaluasi bagaimana suatu proses pengambilan keputusan dalam suatu unit beroperasi secara relatif dengan unit lain dalam sampel. Selanjutnya proses tersebut akan membentuk suatu garis frontier yang terbentuk dari unit-unit yang efisien yang kemudian dibandingkan dengan unit yang tidak efisien untuk menghasilkan nilai efisiensinya masing-masing.
Karena pentingnya metode riset ini, maka SMART CONSULTING akan mengadakan pelatihan selama 2 hari dalam rangka memenuhi kebutuhan para praktisi maupun akademisi yang hendak menggunakan metode DEA.
Langganan:
Postingan (Atom)



