Minggu, 23 November 2014

[DESEMBER AGENDA] SMART METHODOLOGY TRAINING: ANP, DEA, SEM (29-31 DESEMBER 2014)



Training ANP (Analytical Network Process): 29 Desember
Training DEA (Data Envelopment Analysis): 30 Desember
Training SEM (Structural Equation Modeling): 31 Desember


PENGANTAR
ANP Training Description
Analytic Network Process merupakan pendekatan baru dalam proses pengambilan keputusan yang memberikan kerangka kerja umum dalam memperlakukan keputusan-keputusan tanpa membuat asumsi-asumsi tentang independensi elemen-elemen pada level yang lebih tinggi dari elemen elemen pada level yang lebih rendah dan tentang independensi elemen-elemen dalam suatu level. ANP menggunakan jaringan tanpa harus menetapkan level seperti pada hierarki yang digunakan dalam Analytic Hierarchy Process (AHP), yang merupakan titik awal ANP.
Konsep utama dalam ANP adalah influence ‘pengaruh’, sementara konsep utama dalam AHP adalah preferrence ‘preferensi’. AHP dengan asumsi-asumsi dependensinya tentang cluster dan elemen merupakan kasus khusus dari ANP. Kelebihan ANP dari metodologi yang lain adalah kemampuannya untuk membantu kita dalam melakukan pengukuran dan sintesis sejumlah faktor-faktor dalam hierarki atau jaringan. Tidak ada metodologi lain yang mempunyai fasilitas sintesis seperti metodologi ANP. Sementara itu, kesederhanaan metodologinya membuat ANP menjadi metodologi yang lebih umum dan lebih mudah diaplikasikan untuk studi kualitatif yang beragam, seperti pengambilan keputusan, forecasting, evaluasi, mapping, strategizing, alokasi sumber daya, dan lain sebagainya.
Beberapa manfaat metode ANP bagi para pengambil keputusan (baca: para manajer dan pimpinan lembaga, direksi dalam suatu perusahaan, industri dan organisasi) adalah: menyusun ide menjadi sebuah keputusan berkualitas, merumuskan masalah-masalah manajemen yang muncul kemudian disusun menjadi prioritas-prioritas hierarkis, dan memastikan solusi yang paling tepat diambil dalam jangka pendek dan panjang sehingga problem relatif cepat terpecahkan.

Selasa, 11 November 2014

Aneka Definisi Produktivitas Kerja

Setiap organisasi baik berbentuk perusahaan maupun lainnya akan selalu berupaya agar para anggota atau pekerja yang terlibat dalam kegiatan organisasi dapat memberikan prestasi dalam bentuk produktivitas kerja yang tinggi untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Produktivitas kerja merupakan suatu istilah yang sering digunakan dalam perencanaan pengembangan industri pada khususnya dan perencanaan pengembangan ekonomi nasional pada umumnya. Pengertian produktivitas pada umumnya lebih dikaitkan dengan pandangan produksi dan ekonomi, sering pula dikaitkan dengan pandangan sosiologi. Tidak dapat diingkari bahwa pada akhirnya apapun yang dihasilkan melalui kegiatan organisasi dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk di dalamnya tenaga kerja itu sendiri. Dikutip oleh Rusli Syarif ( 1991: 1 ) mengatakan bahwa “definisi produktivitas secara sederhana adalah hubungan antara kualitas yang dihasilkan dengan jumlah kerja yang dilakukan untuk mencapai hasil itu. Sedangkan secara umum adalah bahwa produktivitas merupakan ratio antara kepuasan atas kebutuhan dan pengorbanan yang dilakukan”. 

Menurut Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo ( 1995: 281 ) produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil ( jumlah barang dan jasa ) dengan sumber ( jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya ) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.

Sedangkan George J. Washinis ( Rusli Syarif,1991: 1 ) memberi pendapat bahwa “Produktivitas mencakup dua konsep dasar yaitu daya guna dan hasil guna. Daya guna menggambarkan tingkat sumber-sumber manusia, dana, dan alam yang diperlukan untuk mengusahakan hasil tertertu, sedangkan hasil guna menggambarkan akibat dan kualitas dari hasil yang diusahakan”.

Rabu, 15 Oktober 2014

Metode Data Envelopment Analysis


Contoh Output Metode Data Envelopment Analysis

Teori Produktivitas Kerja dan Efisiensi

Teori Produktivitas Kerja.  Secara umum yang dimaksud dengan produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).  Konsep produktivitas dikembangkan untuk mengukur besarnya kemampuan menghasilkan nilai tambah atas komponen masukan yang digunakan (Cahyono, 1996: 281).  Secara sederhana produktivitas yang dimaksud disini adalah perbandingan ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang digunakan selama kegiatan berlangsung.

Dewan Produktivitas Nasional Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia dalam kaitannya dengan pengertian produktivitas tenaga kerja sebagai berikut:
Produksi dan produktivitas merupakan dua pengertian yang berbeda.  Peningkatan produksi menunjukkan pertambahan jumlah hasil yang dipakai, sedangkan peningkatan produktivitas mengandung pengertian pertambahan dan perbaikan cara produksi.  Peningkatan produksi tidak selalu disebabkan oleh peningkatan produktivitas.  Karena produksi dapat meningkatkan walaupun produktivitasnya tetap ataupun menurun.

Pengertian produktivitas tersebut di atas menguraikan peningkatan produksi maupun peningkatan produktivitas yang pada dasarnya menjadi peran utama adalah sumber daya manusia dalam proses peningkatan produktivitas, karena alat produksi dan teknologi pada hakekatnya merupakan hasil kerja manusia.  Sehingga peningkatan produktivitas dapat dilihat dalam 3 bentuk yaitu:

Selasa, 07 Oktober 2014

Tiga Macam Efisiensi Perspektif Perusahaan

Prasetyo (2007) mengatakan bahwa dalam sudut pandang perusahaan dikenal tiga macam efisiensi, yaitu:
1)   Technical Efficiency yang merefleksikan kemampuan perusahaan untuk mencapai level output yang optimal dengan menggunakan tingkat input tertentu. Efisiensi ini mengukur proses produksi dalam menghasilkan sejumlah output tertentu dengan menggunakan input seminimal mungkin. Dengan kata lain, suatu proses produksi dikatakan efisien secara teknis apabila output dari suatu barang tidak dapat lagi ditingkatkan tanpa mengurangi output dari barang lain.
2)   Allocative Efficiency, merefleksikan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan inputnya dengan struktur harga dan tekhnologinya. Terminologi efisiensi Pareto sering disamakan dengan efisiensi alokatif untuk menghormati ekonom Italia Vilfredo Pareto yang mengembangkan konsep efficiency inexchange. Efisiensi Pareto mengatakan bahwa input produksi digunakan secara efisien apabila input tersebut tidak mungkin lagi digunakan untuk meningkatkan suatu usaha tanpa menyebabkan setidak-tidaknya keadaan suatu usaha yang lain menjadi lebih buruk. Dengan kata lain, apabila input dialokasikan untuk memproduksi output yang tidak dapat digunakan atau tidak diinginkan konsumen, hal ini berarti input tersebut tidak digunakan secara efisien.

3)      Economic Efficiency, yaitu kombinasi antara efisiensi teknikal dan efisiensi alokatif. Efisiensi ekonomis secara implisit merupakan konsep least cost production. Untuk tingkat output tertentu, suatu perusahaan produksinya dikatakan efisien secara ekonomi jika perusahaan tersebut menggunakan biaya dimana biaya per unit dari output adalah yang paling minimal. Dengan kata lain, untuk tingkat output tertentu, suatu proses produksi dikatakan efisien secara ekonomi jika tidak ada proses lainnya yang dapat digunakan untuk memproduksi tingkat output tersebut pada biaya per unit yang paling kecil.

Senin, 15 September 2014

Tiga Manfaat Pengukuran Tingkat Efisiensi dengan Metode DEA

Ada beberapa manfaat dan kegunaan dari pengukuran tingkat efisiensi dengan metode DEA. Unsukirdo, dkk (2000) menjelaskan bahwa ada tiga manfaat yang diperoleh dari pengukuran efisiensi DEA, yaitu :
1) Sebagai tolak ukur untuk memperoleh efisiensi relatif yang berguna untuk mempermudah perbandingan antara unit ekonomi yang sama;
2)  Mengukur berbagai variasi efisiensi antar unit ekonomi untuk mengindentifikasi faktor-faktor penyebabnya;
3)  Menentukan implikasi kebijakan, sehingga dapat meningkatkan nilai efisiensinya.

Minggu, 03 Agustus 2014

KATALOG TRAINING SMART CONSULTING 2014

1. Analytical Network Process (ANP) Basic Training
2. Analytical Hierarchy Process (AHP) Basic Training
3. Data Envelopment Analysis (DEA) Basic Training  
4. Structural Equation Modeling (SEM) Basic Training  
5. Efficiency Measurement of Islamic Bank Branch  
6. Efficiency Measurement of Islamic Insurance Branch  
7. Efficiency Measurement of Islamic Local Bank (BPD) Branch   
8. Efficiency Measurement of Islamic Rural Bank (BPRS) Branch  
9. Efficiency Measurement of Islamic Leasing/Multifinance Branch   
10. ANP Intermediate Training  
11. SEM for Islamic Banking Human Resources Management (HRM) Research  
12. SEM for Islamic Banking Marketing Research  
13. Product Segmentation, Targeting & Positioning (STP) Research  
14. Customer Satisfaction Measurement using CSI and IPA Technique  
15. Applied Statistic for Marketing Research  
16. Business Forecasting Technique  
17. Brand Equity Research  
18. Marketing Mix Research  
19. BOCR-ANP for Strategic Management Research
20. Training Need Analysis (TNA) with ANP  
21. Marketing Strategy using BOCR-ANP  
22. Two-Stages DEA for Efficiency & Performance Measurement
23. Measuring Islamic Banking Performance using Maqasid Syariah Index-AHP & DEA  
24. Feasibility Study of New Branch using DEA-ANP Method  
25. Strategic Management using SWOT and ANP-BOCR  
26. Marketing Metrics: Tool for Marketing & Business Performance Measurement (exclusive)  
27. ANP Advance Training (exclusive)  
28. Performance Measurement using ANP-Balanced Scorecard (exclusive)

Senin, 28 Juli 2014

EFFICIENCY MEASUREMENT OF BANK BRANCH [13-14 AGUSTUS 2014]

SMART CONSULTING, SANTIKA HOTEL TASIKMALAYA 13-14 AGUSTUS

GOALS

Measuring efficiency of bank branch, Potential improvement of inefficiency, Ideal composition of input and output, Determining the best and the worst of branch, Benchmarking, Report the development of efficiency, annually.

MATERIAL
Konsep Dasar Efisiensi - Jenis Efisiensi - Beberapa Metode Pengukuran Efisiensi - Perbedaan SFA, DFA dan DEA - Metode Parametrik dan Non-Parametrik - Mengukur Aktivitas Perbankan & Industri lain - Kelebihan dan Kekurangan beberapa Metode Pengukuran Efisiensi - DEA Single Input and Single Output - DEA Single Output and Two Inputs - Efisiensi Teknis - Efisiensi Alokatif – Formulasi Matematis untuk DEA - Minimisasi Input - Maksimisasi Output - Fractional DEA Program - Primal-Dual DEA Models - Mengenal Konsep Constant Return to Scale (CRS) - Konsep Variable Return to Scale (VRS) - Increasing Return to Scale (IRS) - Decreasing Return to Scale (DRS) - Input-Oriented Measures - Output-Oriented Measures - Karakteristik DEA - Dua Model DEA - Two Stages DEA (DEA Dua tahap) - Penentuan DMU, Approach, Variabel input-output, Data Collection, CCR/BCC, Sintesis - Materi Praktik dengan Software.

TARGET

Board of Direction, Manager, CEO, CFO, CMO, CCO, Decision makers, Division of research and development of Islamic Banking. 

Jumat, 27 Juni 2014

[TERBARU] SMART METHODOLOGY TRAINING: AHP, ANP, DEA, SEM (15-18 JULI 2014)


Training AHP (Analytical Hierarchy Process): Selasa, 15 Juli
Training ANP (Analytical Network Process): Rabu, 16 Juli
Training DEA (Data Envelopment Analysis): Kamis, 17 Juli
Training SEM (Structural Equation Modeling): Jumat, 18 Juli

Sabtu, 21 Juni 2014

PAKET EBOOK DEA





SMART Consulting menyediakan PAKET literatur metode Data Envelopment Analysis (DEA) berupa ebook-ebook eksklusif, yakni:

1. Mengukur Tingkat Efisiensi dengan Data Envelopment Analysis (Aam S. Rusydiana & Tim SMART, 2013)
2. An Introduction to DEA: A Tool for Performance Measurement (R. Ramanathan, 2003)
3. Introduction to Efficiency and Productivity Analysis, 2nd Edition (Timothy J. Coelli et al, 2005)
4. Handbook on Data Envelopment Analysis (Cooper, Seiford & Zhu, 2011) BEST BOOK
5. Microeconomics of Banking (Xavier Freixas & Jean-Charles Rochet, 2008)
6. Aplikasi Metode DEA dalam Riset Ekonomi Keuangan Islam (SMART Consulting, 2014)

Harga: Rp 250.000,-
Pesan: 087770574884/08816169315

Minggu, 01 Juni 2014

EXCLUSIVE DEA TRAINING/PRIVATE (SMART CONSULTING, 19 JUNI 2014)



Training SEM (Structural Equation Modeling): Selasa, 17 Juni

Training ANP (Analytical Network Process): Rabu, 18 Juni
Training DEA (Data Envelopment Analysis): Kamis, 19 Juni



Data Envelopment Analysis Training Description

Suatu perusahaan atau organisasi yang bergerak di bidang komersil/bisnis maupun sosial/nirlaba perlu mengukur efisiensi untuk menilai kinerja/performa perusahaannya. Suatu perusahaan akan dikatakan efisien apabila mampu menekan cost/biaya sebagai input perusahaan seminim-minimnya dan memaksimalkan profit/keuntungan/pendapatan sebagai output perusahaan semaksimal-maksimalnya. Pada umumnya perusahaan menggunakan laporan keuangan dan rasio keuangan sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahaan. Namun, rasio keuangan hanya menampilkan kinerja perusahaan saja namun tidak dapat memberikan informasi secara detail apa penyebab inefisiensi pada perusahaan (jika terjadi) dan apa yang perlu ditingkatkan apabila inefisiensi tersebut terjadi agar perusahaan dapat mencapai titik efisiennya.

Adalah Data Envelopment Analysis (DEA) merupakan alat manajemen untuk mengevaluasi efisiensi suatu unit bisnis yang paling popular dewasa ini. Evaluasi efisiensi tidak hanya dapat dianalisa pada satu unit bisnis saja, namun bagi beberapa unit bisnis untuk dibandingkan satu sama lain lalu diketemukan mana yang paling efisien, sehingga unit bisnis yang tidak efisien dapat merujuk pada unit bisnis yang efisien. Unit bisnis-unit bisnis yang akan dijadikan sebagai pengambilan keputusan dalam DEA disebut DMU (Decision Making Unit)/Unit Pengambilan Keputusan. Unit bisnis apapun dapat dianalisis kinerjanya dengan DEA seperti misalnya manufacturing units, departments of big organizations such as universities, school, bank branches, hospitals, power plants, police stations, tax offices, prisons, defense bases, a set of firms or even practicing individuals such as medical practitioners.

Kamis, 15 Mei 2014

13th International Conference on Data Envelopment Analysis

The organizers of the 13th International Conference on Data Envelopment Analysis have the great pleasure of inviting you to participate in the DEA2015 Conference to be held at the Technische Universität (TU) Braunschweig, Germany, on August 24 to 28, 2015.
Being the eldest of its kind in Germany, the TU Braunschweig possesses a 250-year tradition of research and teaching. It is located close to the center of Braunschweig, a dynamic city founded in the early middle ages which lies at the foot of the Harz, a lovely low mountain range.
In this pleasant environment, DEA2015 plans to bring together researchers and practitioners interested in the development of the DEA methodology and its applications to performance management in both public and private sectors. Theoretical and empirical papers on DEA and related fields in efficiency and productivity analysis are also invited.

Kamis, 24 April 2014

[TER-UP DATE] PELATIHAN METODOLOGI SMART CONSULTING: SEM, AHP, DEA (5-7 MEI 2014)


 

Training SEM (Structural Equation Modeling): Senin, 5 Mei
Training AHP (Analytical Hierarchy Process): Selasa, 6 Mei
Training DEA (Data Envelopment Analysis): Rabu, 7 Mei

Selasa, 11 Maret 2014

NEW TRAINING: Pelatihan Metode Parametrik (SFA) dan Nonparametrik (DEA) untuk Pengukuran Tingkat Efisiensi Kantor Cabang

SMART Consulting, 24-25 Maret 2014

PENDAHULUAN
Data Envelopment Analysis pertama kali diperkenalkan oleh Charnes, Cooper dan Rhodes pada tahun 1978 dan 1979. Semenjak itu pendekatan dengan menggunakan DEA ini banyak digunakan di dalam riset-riset operasional dan ilmu manajemen. Pendekatan DEA ini lebih menekankan kepada pendekatan yang berorientasi kepada tugas dan lebih difokuskan kepada tugas yang penting, yaitu mengevaluasi kinerja dari unit pembuat keputusan/UPK (decisionmaking units). Semenjak tahun 1980an, pendekatan ini banyak digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dari industri perbankan secara nasional.
DEA merupakan suatu teknik program linier yang digunakan untuk mengevaluasi bagaimana suatu proses pengambilan keputusan dalam suatu unit beroperasi secara relatif dengan unit lain dalam sampel. Selanjutnya proses tersebut akan membentuk suatu garis frontier yang terbentuk dari unit-unit yang efisien yang kemudian dibandingkan dengan unit yang tidak efisien untuk menghasilkan nilai efisiensinya masing-masing.
Sedangkan dengan menggunakan metode parametrik, ada 2 pendekatan untuk menghitung efisiensi, yaitu stochastic frontier approach (SFA) dan distribution free approach (DFA) Metode SFA ini dikembangkan oleh Aigner, Lovell, Schmidt pada 1977. Pada metode ini, profit dari suatu bank dimodelkan untuk terdeviasi dari profit efficient frontier-nya akibat adanya random noise dan inefisiensi.
Karena pentingnya kedua metode riset ini khususnya dalam hal pengukuran efisiensi dan kinerja cabang, maka SMART CONSULTING di bawah naungan CV SMART CORPORA akan mengadakan pelatihan selama 2 hari dalam rangka memenuhi kebutuhan para praktisi yang hendak menggunakan metode DEA dan SFA.

Rabu, 05 Maret 2014

TRAINING PENGUKURAN KINERJA KANTOR CABANG BANK SYARIAH DENGAN PENDEKATAN MSI-AHP (MAQHASID SYARIAH INDEX-ANALYTIC HIERARCHY PROCESS) & METODE TWO STAGES DEA (DATA ENVELOPMENT ANALYSIS)

SMART CONSULTING, 18-19 MARET 2014

PENDAHULUAN
Bank syariah, sebagai pionir dari industri keuangan syariah di Indonesia, perlu mengetahui posisi pijaknya dimana saat ini berada. Setelah 20 tahun lebih pasca kehadiran sejak 1992, bank syariah perlu mengetahui bagaimana kinerja organisasi berjalan dengan baik. Jika pada fase 10-20 tahun lalu adalah tahap pertumbuhan dan pengembangan, maka pada fase ini bank syariah mulai masuk tahap review, sudah sejauh mana bank syariah efektif memberi manfaat bagi masyarakat.
Pelatihan ini menawarkan dua pendekatan yang berbeda untuk pengukuran kinerja bank syariah, berikut kantor cabangnya. Satu dari sisi maslahah-syariah, yang lain dari sisi tingkat efisiensi yang dimiliki. Yang pertama dengan pendekatan Maqhasid Syariah Index dengan pembobotan value syariah dengan Analytical Hierarchy Process. Sementara yang kedua dengan metode Two Stages DEA (Data Envelopment Analysis) untuk mengukur tingkat efisiensi dan produktivitasnya.
Maqhasid Syariah Index merupakan sebuah pengukuran yang berguna untuk mengukur kinerja perbankan syariah yang dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip maqhasid syariah dengan tujuan agar ada sebuah pengukuran bagi bank syariah yang sesuai dengan tujuannya. Pengukuran kinerja bagi perbankan syariah ini tidak berfokus hanya pada laba dan ukuran keuangan lainnya, akan tetapi dimasukkan nilai-nilai lain dari perbankan yang mencerminkan ukuran manfaat non profit yang sesuai dengan tujuan bank syariah. Pengukuran kinerja dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: menentukan tujuan syariah, menghitung rasio kinerja, menentukan indicator serta menghitung jumlah akhir kinerja.

Senin, 24 Februari 2014

Beberapa Software Metode DEA

Data Envelopment Analysis (DEA) diperkenalkan oleh Charnes, Cooper, dan Rhodes. Metode ini merupakan salah satu alat bantu evaluasi untuk meneliti kinerja dari suatu aktifitas dalam sebuah unit entitas. DEA adalah sebuah teknik pemrograman matematis yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi relative dari suatu kumpulan unit-unit pembuat keputusan (decision making unit/DMU) dalam mengelola sumber daya (input) dengan jenis yang sama sehingga menjadi hasil (output) dengan jenis yang sama pula, dimana hubungan bentuk fungsi dari input ke output diketahui. 

DEA adalah alat evaluasi atas aktivitas proses di suatu sistem atau unit kerja. Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi komparatif atau relative antara satu unit dengan unit yang lain pada satu organisasi. Pengukuran secara relative ini menghasilkan dua atau lebih unit kerja yang memiliki efisiensi 100% yang dijadikan tolok ukur bagi unit kerja lain untuk menentukan langkah-langkah perbaikan. Dari pernyataan-pertanyaan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode DEA ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja suatu unit yang mana dengan menggunakan analisa ini dapat diketahui unit mana dan faktor apa yang harus ditingkatkan dalam unit tersebut.

Secara prinsip metode DEA ini menganut pendekatan non parametric yang berbasis program linier (Linier Programming). Beberapa software yang dapat digunakan untuk analisis DEA adalah Banxia Frontier Analyst (BFA), Warwick for data envelopment analysis (WDEA), LINDO, MaxDEA, DEAP (DEA Program), DEAFrontier,  PIM-SoftDEA dan lain sebagainya.

Jumat, 14 Februari 2014

TRAINING PENGUKURAN TINGKAT EFISIENSI PERBANKAN DENGAN METODE DEA, 19-20 FEBRUARI

PENDAHULUAN
Data Envelopment Analysis pertama kali diperkenalkan oleh Charnes, Cooper dan Rhodes pada tahun 1978 dan 1979. Semenjak itu pendekatan dengan menggunakan DEA ini banyak digunakan di dalam riset-riset operasional dan ilmu manajemen. Pendekatan DEA ini lebih menekankan kepada pendekatan yang berorientasi kepada tugas dan lebih difokuskan kepada tugas yang penting, yaitu mengevaluasi kinerja dari unit pembuat keputusan/UPK (decision making units). Semenjak tahun 1980an, pendekatan ini banyak digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dari industri perbankan secara nasional.
DEA merupakan suatu teknik program linier yang digunakan untuk mengevaluasi bagaimana suatu proses pengambilan keputusan dalam suatu unit beroperasi secara relatif dengan unit lain dalam sampel. Selanjutnya proses tersebut akan membentuk suatu garis frontier yang terbentuk dari unit-unit yang efisien yang kemudian dibandingkan dengan unit yang tidak efisien untuk menghasilkan nilai efisiensinya masing-masing.
Karena pentingnya metode riset ini, maka SMART CONSULTING akan mengadakan pelatihan selama 2 hari dalam rangka memenuhi kebutuhan para praktisi maupun akademisi yang hendak menggunakan metode DEA.

Selasa, 21 Januari 2014

DAFTAR REFERENSI PENTING METODE DEA



REFERENSI PENTING DEA

SEBELUM 2001
1984 BANKER, CHARNES & COOPER Some Models for Estimating Technical and Scale Inefficiencies in Data Envelopment Analysis
1996 SANTOS & DULA Data Envelopment Analysis: A Tool for Measuring Efficiency and Performance
1996 TONE A Simple Characterization of Returns to Scale in Data Envelopment Analysis
1997 [EBOOK} DWG Data Envelopment Analysis: A Technique for Measuring The Efficiency of Government Service Delivery
1997 KORHONEN Searching the Efficient Frontier in Data Envelopment Analysis
1997 SENGUPTA A Dynamic Efficiency Model Using Data Envelopment Analysis
1998 CHERCHYE & PUYENBROECK Learning from Input-Output Mixes in DEA: A Proportional Measure for Slack-Based Efficient Projections
1998 LOTHGREN How to Bootstrap DEA Estimators: A Monte Carlo Comparison
1999 BOUYSSOU Using DEA as A Tool for MCDM: Some Remarks
2000 TALLURI Data Envelopment Analysis: Models and Extensions

Senin, 13 Januari 2014

12th International Conference on DEA, Kuala Lumpur 2014

We are pleased to announce that the International Data Envelopment Analysis Society (iDEAs) will hold the 12th International Conference on Data Envelopment Analysis in Kuala Lumpur, Malaysia from April 14 to 17, 2014. The conference will be held at the campus of the University of Malaya in Kuala Lumpur, the capital of Malaysia. The campus is located about 10 kilometers from the heart of the city. We are very pleased to extend a warm welcome and invite you to participate in the conference. Special hotel rates will be negotiated to make the conference trip budget friendly.
DEA 2014 plans to bring together scholars, researchers and practitioners interested in the development of DEA and its applications to performance management in public and private sectors. Theoretical and empirical papers on Data Envelopment Analysis (DEA) and other related fields such as econometric methods for efficiency and productivity analysis are solicited for presentation at the conference. We welcome papers on developing economies, banking, environment, education, energy, healthcare, transportation, tourism and other applications of DEA.
Selected conference papers will be published in:
special issue of Annals of Operations Research (ISI, Q2 journal)