Rabu, 21 Oktober 2015

Potential Improvement (Potensi Pengembangan)

Bagian pertama dalam window detail menunjukkan grafik potential improvement. Ini adalah tampilan informasi utama untuk setiap unit. Grafik lainnya menunjukkan hasil yang saling melengkapi. Kita juga dapat melihat potential improvement dalam bentuk tabular. Kolom aktual menampilkan nilai yang dicapai unit tersebut. Kolom target menampilkan nilai input/ output yang harus dicapai. Perbedaan persentase antara nilai- nilai tersebut ditampilkan pada kolom potential improvement.
Dalam contoh di bawah ini, kita bisa melihat bahwa grafik tersebut menunjukkan ada ruang untuk peningkatan di setiap variabel output (destinasi graduasi dengan 8% yang pertama, 2.1 dengan 15% dan lain- lain). Kita juga dapat menyimpulkan bahwa pengurangan (reduksi) bisa dibuat dalam dua input variabel (rasio biaya fasilitas dan staf-murid masing- masing 1% dan 7%) walaupun kita memilih untuk mengoptimalkan output.
Hal ini ditunjukkan untuk mencapai skor yang ditentukan, sebenarnya unit tersebut tidak memerlukan semua inputnya, dan ini menjadi informasi penting dan menarik. Analisis tersebut berdasarkan kinerja data yang diketahui, jadi kita tidak bisa berasumsi bahwa unit tersebut masih bisa lebih baik, tetapi informasi ini mungkin membantu memperoleh pemahaman yang lebih (penuh).
Catatan: tidak akan ada potential improvement dari unit yang efisien 100%. Pilih unit-unit yang tidak efisien, untuk melihat perbedaan grafik potential improvement. 

Selasa, 29 September 2015

Details Window/Unit Detail per DMU


Window unit detail menyediakan informasi tentang peningkatan potensial, perbandingan referensi, kontribusi referensi, dan kontribusi input output pada sebuah unit individu. Bagian ini merupakan salah satu analisis utama dalam analisis metode Data Envelopment Analysis. Pada bagian ini peneliti dapat melihat secara detail informasi-informasi penting dari tiap-tiap DMU atau unit bisnis. Sedikitnya terdapat 4 analisis penting yang ada pada details window ini.

Senin, 21 September 2015

Grafik Distribusi Tingkat Efisiensi

Grafik distribusi tingkat efisiensi menampilkan informasi tentang susunan skor efisiensi dan jumlah detail unit dengan skor di setiap baris. Pada bagian analisis ini memungkinkan peneliti untuk melampirkan label terhadap individual bar yang menunjukkan sekilas berapa banyak unit yang ada di setiap barisan. Sebagaimana yang dapat kita lihat pada gambar di bawah ini, ada 11 unit dalam barisan 81-90, 45 unit dalam barisan 91-99.9 dan 38 unit dalam barisan efisien yaitu 100%.
 

Catatan: secara teknik, 99.9 tidak akurat, sebagaimana nilai tersebut bisa menjadi sedikit lebih besar dalam beberapa kasus. Tetapi itu menunjukkan gambaran umum bahwa skor tersebut bukan 100.   

Konsep-konsep Penting dalam DEA

Dalam metode DEA, terdapat beberapa kaidah penting yang perlu dicermati. Beberapa kondisi penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan DEA adalah sebagai berikut:

a. Positivity; umumnya formulasi DEA mengharuskan semua variabel input dan output bernilai positif (>0).

b. Isotonicity; variabel input dan output harus punya hubungan isotonicity yang berarti untuk setiap kenaikan dalam input harus menghasilkan kenaikan setidaknya satu output dan tidak ada output yang mengalami penurunan.

c. Number of DMUs; aturan umum adalah dibutuhkan setidaknya 3 DMU untuk setiap variabel input dan output yang digunakan dalam model agar supaya memastikan adanya degrees of freedom untuk analisis yang bermanfaat.

d. Homogeneity od DMUs; DEA menuntut seluruh DMU yang dievaluasi memiliki variabel input dan output yang sama jenisnya dalam jumlah positif.

e. Windows analysis: perlu dilakukan jika terjadi pemecahan data DMU (tahunan menjadi triwulanan misalnya) yang biasanya dilakukan untuk memenuhi syarat jumlah DMU. Analisis ini dilakukan untuk menjamin stabilitas nilai produktifitas dari DMU yang bersifat time dependent.

f. Control of weights: untuk setiap unit relative terhadap unit yang lain dalam satu set data, terkadang dalam praktek manajemen dapat menentukan bobot sebelumnya.


Selasa, 25 Agustus 2015

Analisis Return to Scale (RTS)

Frontier analisis dalam DEA memungkinkan peneliti untuk menilai efisiensi relatif dari unit –unit (DMU) baik itu constant return to scale (CRS) atau variable return to scale (VRS). Hasil efisiensi yang diperoleh dari penggunaan asumsi skala yang berbeda, mungkin menjadi berbeda.
Penggunaan VRS memungkinkan ruang analisis yang lebih beragam untuk menemukan solusi yang optimal. Hasil dari ini yaitu tidak ada unit yang akan menerima nilai efisiensi yang lebih rendah menggunakan VRS dari pada hasil model CRS. Setiap unit yang mengoperasionalkan dengan minimalisasi input atau memaksimalkan tingkat output, juga akan ditemukan efisien, menggunakan VRS dan juga jumlah total dari unit yang efisien 100% akan mungkin menjadi lebih tinggi.

Pilihan model, CCR atau BCC tergantung pada proses yang akan dianalisis. Pertanyaan yang akan ditanyakan adalah, jika input dinaikkan oleh jumlah “x”, apakah output meningkat dengan sebanyak jumlah x, atau apakah ada proporsi peningkatan output yang lebih tinggi atau lebih rendah? Jika jawabannya adalah bahwa peningkatan dalam beberapa input yang digunakan, secara proporsional mengalami peningkatan dalam output juga, maka hal ini mengindikasikan bahwa adanya hubungan linear antara input dan output. Jadi model CRS harus digunakan. Tetapi jika, peningkatan dalam input tidak sama dengan peningkatan dalam output, maka model VRS yang harus digunakan, sebagai sebuah hubungan yang tidak linear antara output dan input yang telah diidentifikasi. 

Senin, 03 Agustus 2015

[AGUSTUS-SEPTEMBER 2015 TRAINING AGENDA] SMART METHODOLOGY TRAINING: DEA, ISM, AHP, ANP, SEM (24-28 AGUSTUS & 31 AGUSTUS-4 SEPTEMBER 2015)


Training DEA (Data Envelopment Analysis): 24 & 31 Agustus 2015
Training ISM (Interpretative Structural Modeling): 25 & 1 September 2015
Training AHP (Analytical Hierarchy Process): 26 & 2 September 2015
Training ANP (Analytical Network Process): 27 & 3 September 2015
Training SEM (Structural Equation Modeling):  28 & 4 September 2015

DEA Training Description
Data Envelopment Analysis (DEA) merupakan alat manajemen untuk mengevaluasi efisiensi suatu unit bisnis yang paling popular dewasa ini. Evaluasi efisiensi tidak hanya dapat dianalisa pada satu unit bisnis saja, namun bagi beberapa unit bisnis untuk dibandingkan satu sama lain lalu diketemukan mana yang paling efisien, sehingga unit bisnis yang tidak efisien dapat merujuk pada unit bisnis yang efisien. Unit bisnis-unit bisnis yang akan dijadikan sebagai pengambilan keputusan dalam DEA disebut DMU (Decision Making Unit)/Unit Pengambilan Keputusan. Unit bisnis apapun dapat dianalisis kinerjanya dengan DEA seperti misalnya manufacturing units, departments of big organizations such as universities, school, bank branches, hospitals, power plants, police stations, tax offices, prisons, defense bases, a set of firms or even practicing individuals such as medical practitioners.
Training ini cocok bagi siapa saja yang berkepentingan untuk mengukur efisiensi (kinerja) perusahaan, unit bisnis, organisasi agar mendapatkan gambaran bagaimana kondisi perusahaan saat ini, apakah sudah efisien atau belum. Jika belum efisien apa yang perlu dilakukan oleh perusahaan agar mencapai titik efisien. Oleh karenanya training ini sangat cocok bagi para direktif, pengambil keputusan, manajemen suatu organisasi/perusahaan, pelaku industri, pengusaha dan mereka yang berkepentingan.