Rabu, 03 Februari 2016
Minggu, 17 Januari 2016
Definisi Produktivitas
Produktivitas merupakan
istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan antara luaran (output)
dengan masukan (input). Menurut Herjanto, produktivitas merupakan suatu ukuran
yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk
mencapai hasil yang optimal[1].
Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri
atau UKM dalam menghasilkan barang atau jasa. Sehingga semakin tinggi
perbandingannya, berarti semakin tinggi produk yang dihasilkan. Ukuran-ukuran
produktivitas bisa bervariasi, tergantung pada aspek-aspek output atau input
yang digunakan sebagai agregat dasar, misalnya: indeks produktivitas buruh,
produktivitas biaya langsung, produktivitas biaya total, produktivitas energi,
produktivitas bahan mentah, dan lain-lain[2].
Siklus Produktivitas
Siklus produktivitas
merupakan salah satu konsep produktivitas yang membahas upaya peningkatan
produktivitas terus-menerus. Ada empat tahap sebagai satu siklus yang saling
terhubung dan tidak terputus[3]:
1. Pengukuran
2. Evaluasi
3. Perencanaan
4. Peningkatan
Produktivitas yang
diperhitungkan hanya produk bagus yang dihasilkan saja, jika suatu work center
banyak mengeluarkan barang cacat dapat dikatakan work center tersebut tidak
produktif. Keempat kegiatan tersebut sudah menjadi dasar industri dalam
melakukan peningkatan produktivitas. Siklus produktivitas digunakan sebagai
dasar perbaikan masalah produksi terutama pada skala industri.
Minggu, 03 Januari 2016
Indeks Malmquist untuk Pengukuran Produktivitas Antarwaktu
Indeks Malmquist pertama kali dibuat oleh Sten Malmquist pada 1953 untuk
mengukur produktivitas. Namun dalam perkembangannya, Malmquist Index ini
diperkenalkan oleh Caves et.al (1982). Ada dua hal yang dihitung dalam
pengukuran indeks Malmquist yaitu efek catch-up
dan efek frontier shift. Efek catch-up mengukur tingkat perubahan
efisiensi relatif dari periode 1 ke periode 2. Sementara itu efek frontier shift mengukur tingkat
perubahan teknologi yang merupakan kombinasi input dan output dari periode 1 ke
periode 2. Efek frontier shift sering
disebut sebagai efek inovasi (Rusydiana, 2016).
Indeks Malmquist merupakan indeks bilateral yang digunakan untuk
membandingkan teknologi produksi dua unsur ekonomi. Indeks Malmquist
berlandaskan pada konsep fungsi produksi (production
function) yang mengukur fungsi produksi maksimum dengan batasan input yang
sudah ditentukan. Dalam perhitungannya, indeks ini terdiri atas beberapa hasil
yaitu: efficiency change, technological
change, pure efficiency change, economic scale change dan TFP change.
Indeks Malmquist memiliki beberapa karakteristik
yang menguntungkan. Pertama, indeks ini merupakan metode non-parametrik
sehingga tidak membutuhkan spesifikasi bentuk fungsi produksi. Kedua, indeks
Malmquist tidak memerlukan asumsi perilaku ekonomi unit produksi seperti
minimisasi biaya atau maksimisasi profit, sehingga sangat berguna apabila
tujuan dari produsen berbeda-beda atau tidak diketahui. Ketiga, penghitungan
indeks ini tidak memerlukan data harga-harga yang seringkali tidak tersedia.
Keempat, indeks produktivitas Malmquist dapat dipecah menjadi dua komponen
yaitu perubahan efisiensi dan perubahan teknologi. Menurut Avenzora (2008) hal
ini sangat berguna karena analisis dapat dilakukan secara lebih spesifik
berdasarkan komponen.
Konsep Produktivitas
Menurut Dewan Produktivitas Nasional (dalam Husien, 2002: 9) menjelaskan
bahwa:
Produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan
antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang
digunakan (input). Dengan kata lain bahwa produktivitas memliliki dua dimensi.
Dimensi pertama adalah efektivitas yang mengarah kepada pencapaian target
berkaitan dengan kuaitas, kuantitas dan waktu. Yang kedua yaitu efisiensi yang
berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atau
bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Pendapat yang demikian itu menunjukkan bahwa produktivitas mencakup
sejumlah persoalan yang terkait dengan kegiatan manajemen dan teknis
operasional.
Sedangkan konsep produktivitas dijelaskan oleh Ravianto (1989: 18) sebagai berikut:
Sedangkan konsep produktivitas dijelaskan oleh Ravianto (1989: 18) sebagai berikut:
- Produktivitas adalah konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan
semakin banyak barang dan jasa untuk semakin banyak orang dengan
menggunakan sedikit sumber daya.
- Produktivitas berdasarkan atas pendekatan multidisiplin yang secara
efektif merumuskan tujuan rencana pembangunan dan pelaksanaan cara-cara
produktif dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien namun
tetap menjaga kualitas.
- Produktivitas terpadu menggunakan keterampilan modal, teknologi
manajemen, informasi, energi, dan sumber daya lainnya untuk mutu kehidupan
yang mantap bagi manusia melalui konsep produktivitas secara menyeluruh.
- Produktivitas berbeda di masing-masing negara dengan kondisi, potensi,
dan kekurangan serta harapan yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan
dalam jangka panjang dan pendek, namun masing-masing negara mempunyai
kesamaan dalam pelaksanaan pendidikan dan komunikasi.
- Produktivitas lebih dari sekedar ilmu teknologi dan teknik manajemen
akan tetapi juga mengandung filosofi dan sikap mendasar pada motivasi yang
kuat untuk terus menerus berusaha mencapai mutu kehidupan yang baik.
Sinungan (1995: 18) menjelaskan produktivitas dalam beberapa kelompok
sebagai berikut :
Selasa, 29 Desember 2015
[SEKOLAH METODOLOGI PENELITIAN 2016] PELATIHAN METODE AHP, ANP, DEA, ISM, SEM
BOGOR [11-15
JANUARI 2016]
BANDUNG
[18-22 JANUARI 2016]
TASIKMALAYA
[25-29 JANUARI 2016]
SEKOLAH METODOLOGI PENELITIAN adalah program baru dari
SMART Consulting (lembaga riset yang khusus bergerak di bidang pengembangan metode
riset) dalam rangka sharing knowledge
dalam hal metodologi penelitian baik yang bersifat kualitatif maupun
kuantitatif. Untuk angkatan pertama, kami adakan di 3 kota berikut: Bogor,
Bandung dan Tasikmalaya. Untuk metode riset yang akan disampaikan ada 5 metode
yaitu: Analytical Hierarchy Process (AHP), Analytical Network Process (ANP),
Data Envelopment Analysis (DEA), Interpretive Structural Modeling (ISM) dan
Structural Equation Model (SEM).
Program ini berbentuk training dengan peserta terbatas, dengan target para dosen, peneliti, mahasiswa pascasarjana dan pihak lain yang ingin mendalami metode-metode penelitian. Tools-tools yang akan dipelajari antara lain: Expert Choice (AHP), SuperDecision (ANP), MaxDEA dan Banxia Frontier (DEA), dDSS Decision Support System (ISM) dan Lisrel (SEM). Seluruh tools ini akan diberikan free kepada para peserta program.
Program ini berbentuk training dengan peserta terbatas, dengan target para dosen, peneliti, mahasiswa pascasarjana dan pihak lain yang ingin mendalami metode-metode penelitian. Tools-tools yang akan dipelajari antara lain: Expert Choice (AHP), SuperDecision (ANP), MaxDEA dan Banxia Frontier (DEA), dDSS Decision Support System (ISM) dan Lisrel (SEM). Seluruh tools ini akan diberikan free kepada para peserta program.
Kamis, 03 Desember 2015
Langganan:
Postingan (Atom)




