Minggu, 01 Juni 2014

EXCLUSIVE DEA TRAINING/PRIVATE (SMART CONSULTING, 19 JUNI 2014)



Training SEM (Structural Equation Modeling): Selasa, 17 Juni

Training ANP (Analytical Network Process): Rabu, 18 Juni
Training DEA (Data Envelopment Analysis): Kamis, 19 Juni



Data Envelopment Analysis Training Description

Suatu perusahaan atau organisasi yang bergerak di bidang komersil/bisnis maupun sosial/nirlaba perlu mengukur efisiensi untuk menilai kinerja/performa perusahaannya. Suatu perusahaan akan dikatakan efisien apabila mampu menekan cost/biaya sebagai input perusahaan seminim-minimnya dan memaksimalkan profit/keuntungan/pendapatan sebagai output perusahaan semaksimal-maksimalnya. Pada umumnya perusahaan menggunakan laporan keuangan dan rasio keuangan sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahaan. Namun, rasio keuangan hanya menampilkan kinerja perusahaan saja namun tidak dapat memberikan informasi secara detail apa penyebab inefisiensi pada perusahaan (jika terjadi) dan apa yang perlu ditingkatkan apabila inefisiensi tersebut terjadi agar perusahaan dapat mencapai titik efisiennya.

Adalah Data Envelopment Analysis (DEA) merupakan alat manajemen untuk mengevaluasi efisiensi suatu unit bisnis yang paling popular dewasa ini. Evaluasi efisiensi tidak hanya dapat dianalisa pada satu unit bisnis saja, namun bagi beberapa unit bisnis untuk dibandingkan satu sama lain lalu diketemukan mana yang paling efisien, sehingga unit bisnis yang tidak efisien dapat merujuk pada unit bisnis yang efisien. Unit bisnis-unit bisnis yang akan dijadikan sebagai pengambilan keputusan dalam DEA disebut DMU (Decision Making Unit)/Unit Pengambilan Keputusan. Unit bisnis apapun dapat dianalisis kinerjanya dengan DEA seperti misalnya manufacturing units, departments of big organizations such as universities, school, bank branches, hospitals, power plants, police stations, tax offices, prisons, defense bases, a set of firms or even practicing individuals such as medical practitioners.

Kamis, 15 Mei 2014

13th International Conference on Data Envelopment Analysis

The organizers of the 13th International Conference on Data Envelopment Analysis have the great pleasure of inviting you to participate in the DEA2015 Conference to be held at the Technische Universität (TU) Braunschweig, Germany, on August 24 to 28, 2015.
Being the eldest of its kind in Germany, the TU Braunschweig possesses a 250-year tradition of research and teaching. It is located close to the center of Braunschweig, a dynamic city founded in the early middle ages which lies at the foot of the Harz, a lovely low mountain range.
In this pleasant environment, DEA2015 plans to bring together researchers and practitioners interested in the development of the DEA methodology and its applications to performance management in both public and private sectors. Theoretical and empirical papers on DEA and related fields in efficiency and productivity analysis are also invited.

Kamis, 24 April 2014

[TER-UP DATE] PELATIHAN METODOLOGI SMART CONSULTING: SEM, AHP, DEA (5-7 MEI 2014)


 

Training SEM (Structural Equation Modeling): Senin, 5 Mei
Training AHP (Analytical Hierarchy Process): Selasa, 6 Mei
Training DEA (Data Envelopment Analysis): Rabu, 7 Mei

Selasa, 11 Maret 2014

NEW TRAINING: Pelatihan Metode Parametrik (SFA) dan Nonparametrik (DEA) untuk Pengukuran Tingkat Efisiensi Kantor Cabang

SMART Consulting, 24-25 Maret 2014

PENDAHULUAN
Data Envelopment Analysis pertama kali diperkenalkan oleh Charnes, Cooper dan Rhodes pada tahun 1978 dan 1979. Semenjak itu pendekatan dengan menggunakan DEA ini banyak digunakan di dalam riset-riset operasional dan ilmu manajemen. Pendekatan DEA ini lebih menekankan kepada pendekatan yang berorientasi kepada tugas dan lebih difokuskan kepada tugas yang penting, yaitu mengevaluasi kinerja dari unit pembuat keputusan/UPK (decisionmaking units). Semenjak tahun 1980an, pendekatan ini banyak digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dari industri perbankan secara nasional.
DEA merupakan suatu teknik program linier yang digunakan untuk mengevaluasi bagaimana suatu proses pengambilan keputusan dalam suatu unit beroperasi secara relatif dengan unit lain dalam sampel. Selanjutnya proses tersebut akan membentuk suatu garis frontier yang terbentuk dari unit-unit yang efisien yang kemudian dibandingkan dengan unit yang tidak efisien untuk menghasilkan nilai efisiensinya masing-masing.
Sedangkan dengan menggunakan metode parametrik, ada 2 pendekatan untuk menghitung efisiensi, yaitu stochastic frontier approach (SFA) dan distribution free approach (DFA) Metode SFA ini dikembangkan oleh Aigner, Lovell, Schmidt pada 1977. Pada metode ini, profit dari suatu bank dimodelkan untuk terdeviasi dari profit efficient frontier-nya akibat adanya random noise dan inefisiensi.
Karena pentingnya kedua metode riset ini khususnya dalam hal pengukuran efisiensi dan kinerja cabang, maka SMART CONSULTING di bawah naungan CV SMART CORPORA akan mengadakan pelatihan selama 2 hari dalam rangka memenuhi kebutuhan para praktisi yang hendak menggunakan metode DEA dan SFA.

Rabu, 05 Maret 2014

TRAINING PENGUKURAN KINERJA KANTOR CABANG BANK SYARIAH DENGAN PENDEKATAN MSI-AHP (MAQHASID SYARIAH INDEX-ANALYTIC HIERARCHY PROCESS) & METODE TWO STAGES DEA (DATA ENVELOPMENT ANALYSIS)

SMART CONSULTING, 18-19 MARET 2014

PENDAHULUAN
Bank syariah, sebagai pionir dari industri keuangan syariah di Indonesia, perlu mengetahui posisi pijaknya dimana saat ini berada. Setelah 20 tahun lebih pasca kehadiran sejak 1992, bank syariah perlu mengetahui bagaimana kinerja organisasi berjalan dengan baik. Jika pada fase 10-20 tahun lalu adalah tahap pertumbuhan dan pengembangan, maka pada fase ini bank syariah mulai masuk tahap review, sudah sejauh mana bank syariah efektif memberi manfaat bagi masyarakat.
Pelatihan ini menawarkan dua pendekatan yang berbeda untuk pengukuran kinerja bank syariah, berikut kantor cabangnya. Satu dari sisi maslahah-syariah, yang lain dari sisi tingkat efisiensi yang dimiliki. Yang pertama dengan pendekatan Maqhasid Syariah Index dengan pembobotan value syariah dengan Analytical Hierarchy Process. Sementara yang kedua dengan metode Two Stages DEA (Data Envelopment Analysis) untuk mengukur tingkat efisiensi dan produktivitasnya.
Maqhasid Syariah Index merupakan sebuah pengukuran yang berguna untuk mengukur kinerja perbankan syariah yang dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip maqhasid syariah dengan tujuan agar ada sebuah pengukuran bagi bank syariah yang sesuai dengan tujuannya. Pengukuran kinerja bagi perbankan syariah ini tidak berfokus hanya pada laba dan ukuran keuangan lainnya, akan tetapi dimasukkan nilai-nilai lain dari perbankan yang mencerminkan ukuran manfaat non profit yang sesuai dengan tujuan bank syariah. Pengukuran kinerja dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: menentukan tujuan syariah, menghitung rasio kinerja, menentukan indicator serta menghitung jumlah akhir kinerja.