Selasa, 01 Maret 2016

Rumus Produktivitas

Produktivitas adalah ujian pertama kemampuan manajemen. (Peter F. Drucker, penulis buku Management by Objective). Istilah produktivitas (productivity) sudah muncul tahun 1766 dari artikelnya Francois Quesnay, ekonom Perancis. Produktivitas kemudian menjadi sebuah konsep output dengan input yang pertama kali dicetuskan oleh David Ricardo dan Adam Smith pada tahun 1810. Inti konsepnya adalah bagaimana output akan berubah jika bersama input berubah.

Secara sederhana produktivitas merupakan rasio output dengan input. Di industri manufaktur output bisa berupa produk hasil aktivitas manufaktur, sedangkan input bisa berupa seluruh sumber daya yang digunakan. Tujuan utama industri manufaktur adalah peningkatan produktivitas.

Terdapat suatu keyakinan bahwa peningkatan produktivitas akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi. 

Minggu, 07 Februari 2016

Konsep Produktivitas dalam DEA

Konsep produktivitas pada dasarnya merupakan hubungan antara output dan input dalam sebuah proses produksi. Produktivitas dapat diukur secara parsial maupun secara total. Produktivitas parsial merupakan hubungan antara output dengan satu input. Contoh produktivitas parsial yang lazim digunakan adalah produktivitas tenaga kerja yang menunjukkan rata-rata output per tenaga kerja, demikian juga produktivitas capital yang menggambarkan rata-rata output per capital.
Produktivitas total atau biasa disebut dengan Total Factor Productivity (TFP) mengukur hubungan antara outputdengan beberapa input secara bersama-sama. Hubungan tersebut dinyatakan dalam rasio dari indeks output terhadap indeks input agregat. Jika rasio meningkat berarti lebih banyak output dapat diproduksi menggunakan jumlah input tertentu, atau sejumlah output dapat diproduksi dengan menggunakan lebih sedikit input.
Dalam pengukuran produktivitas, yang paling banyak dipakai adalah metode total factor productivity (TFP). Metode ini dipakai untuk mengatasi kelemahan perhitungan efisiensi yang lebih dari satu input dan satu output. TFP diukur dengan menggunakan angka indeks yang dapat mengukur perubahan harga dan kuantitas sepanjang waktu. Selain itu, TFP juga mengukur perbandingan dan perbedaan antar entitas.
Indeks TFP ab mengukur perubahan nilai output sejumlah N terpilih dari periode “a” ke “b” dimana p mewakili harga output. Indeks yang sering digunakan untuk mengukur TFP adalah Indeks Malmquist, Indeks Laspeyres, Indeks Pasche, Indeks Fisher dan Indeks Tornqvist. Mayoritas dalam penelitian, yang digunakan untuk menghitung tingkat produktivitas (TFP) adalah Indeks Malmquist (Rusydiana, 2016).


Rabu, 03 Februari 2016

Analisis DEA [Advance]

Dalam metode Data Envelopment Analysis (DEA), analisis utama adalah pengukuran tingkat efisiensi DMU yang menjadi objek penelitian. Selanjutnya, yang paling banyak dianalisis dalam literatur-literatur DEA adalah terkait potential improvement atau potensi-potensi perbaikan bagi DMU yang tidak efisien. DI luar itu, sesungguhnya banyak sekali sub-sub analisis terkait DEA yang sangat bermanfaat dalam penelitian. Berikut di bawah ini adalah beberapa analisis DEA yang bersifat "basic" hingga yang sifatnya "advance".

Skor Efisiensi. Analisis Return to Scale. Increasing Return to Scale (IRS). Decreasing Return to Scale (DRS). Unit Details per DMU. Potensi perbaikan. Slack. Target. Reference Comparison. Kontribusi Reference. Kontribusi Input Output. Reference Frequencies. Plot Efisiensi. Total Potential Improvement/Improvement Summary. Distribusi skor efisiensi. 

Indeks Produktivitas Malmquist. Analisis Window. DEA dua tahap. Cost Efficiency. Profit Efficiency. Model SBM. Super efisiensi. Analisis sensitivitas DEA. Analisis kuadran. Analisis stabilitas efisiensi. DEA untuk forecasting. DEA tiga tahap. Bootstraping DEA. Network DEA. DEA Dinamis. 40+ Model DEA.


Branch Network Evaluation using Data Envelopment Analysis


Minggu, 17 Januari 2016

Definisi Produktivitas

Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan antara luaran (output) dengan masukan (input). Menurut Herjanto, produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal[1]. Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri atau UKM dalam menghasilkan barang atau jasa. Sehingga semakin tinggi perbandingannya, berarti semakin tinggi produk yang dihasilkan. Ukuran-ukuran produktivitas bisa bervariasi, tergantung pada aspek-aspek output atau input yang digunakan sebagai agregat dasar, misalnya: indeks produktivitas buruh, produktivitas biaya langsung, produktivitas biaya total, produktivitas energi, produktivitas bahan mentah, dan lain-lain[2].

Siklus Produktivitas
Siklus produktivitas merupakan salah satu konsep produktivitas yang membahas upaya peningkatan produktivitas terus-menerus. Ada empat tahap sebagai satu siklus yang saling terhubung dan tidak terputus[3]:
1.     Pengukuran
2.     Evaluasi
3.     Perencanaan
4.     Peningkatan
Produktivitas yang diperhitungkan hanya produk bagus yang dihasilkan saja, jika suatu work center banyak mengeluarkan barang cacat dapat dikatakan work center tersebut tidak produktif. Keempat kegiatan tersebut sudah menjadi dasar industri dalam melakukan peningkatan produktivitas. Siklus produktivitas digunakan sebagai dasar perbaikan masalah produksi terutama pada skala industri. 

Minggu, 03 Januari 2016

Indeks Malmquist untuk Pengukuran Produktivitas Antarwaktu

Indeks Malmquist pertama kali dibuat oleh Sten Malmquist pada 1953 untuk mengukur produktivitas. Namun dalam perkembangannya, Malmquist Index ini diperkenalkan oleh Caves et.al (1982). Ada dua hal yang dihitung dalam pengukuran indeks Malmquist yaitu efek catch-up dan efek frontier shift. Efek catch-up mengukur tingkat perubahan efisiensi relatif dari periode 1 ke periode 2. Sementara itu efek frontier shift mengukur tingkat perubahan teknologi yang merupakan kombinasi input dan output dari periode 1 ke periode 2. Efek frontier shift sering disebut sebagai efek inovasi (Rusydiana, 2016).
Indeks Malmquist merupakan indeks bilateral yang digunakan untuk membandingkan teknologi produksi dua unsur ekonomi. Indeks Malmquist berlandaskan pada konsep fungsi produksi (production function) yang mengukur fungsi produksi maksimum dengan batasan input yang sudah ditentukan. Dalam perhitungannya, indeks ini terdiri atas beberapa hasil yaitu: efficiency change, technological change, pure efficiency change, economic scale change dan TFP change.
Indeks Malmquist memiliki beberapa karakteristik yang menguntungkan. Pertama, indeks ini merupakan metode non-parametrik sehingga tidak membutuhkan spesifikasi bentuk fungsi produksi. Kedua, indeks Malmquist tidak memerlukan asumsi perilaku ekonomi unit produksi seperti minimisasi biaya atau maksimisasi profit, sehingga sangat berguna apabila tujuan dari produsen berbeda-beda atau tidak diketahui. Ketiga, penghitungan indeks ini tidak memerlukan data harga-harga yang seringkali tidak tersedia. Keempat, indeks produktivitas Malmquist dapat dipecah menjadi dua komponen yaitu perubahan efisiensi dan perubahan teknologi. Menurut Avenzora (2008) hal ini sangat berguna karena analisis dapat dilakukan secara lebih spesifik berdasarkan komponen.

Konsep Produktivitas

Menurut Dewan Produktivitas Nasional (dalam Husien, 2002: 9) menjelaskan bahwa:

Produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input). Dengan kata lain bahwa produktivitas memliliki dua dimensi. Dimensi pertama adalah efektivitas yang mengarah kepada pencapaian target berkaitan dengan kuaitas, kuantitas dan waktu. Yang kedua yaitu efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

Pendapat yang demikian itu menunjukkan bahwa produktivitas mencakup sejumlah persoalan yang terkait dengan kegiatan manajemen dan teknis operasional.

Sedangkan konsep produktivitas dijelaskan oleh Ravianto (1989: 18) sebagai berikut: 
  1. Produktivitas adalah konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa untuk semakin banyak orang dengan menggunakan sedikit sumber daya.
  2. Produktivitas berdasarkan atas pendekatan multidisiplin yang secara efektif merumuskan tujuan rencana pembangunan dan pelaksanaan cara-cara produktif dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien namun tetap menjaga kualitas.
  3. Produktivitas terpadu menggunakan keterampilan modal, teknologi manajemen, informasi, energi, dan sumber daya lainnya untuk mutu kehidupan yang mantap bagi manusia melalui konsep produktivitas secara menyeluruh.
  4. Produktivitas berbeda di masing-masing negara dengan kondisi, potensi, dan kekurangan serta harapan yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan dalam jangka panjang dan pendek, namun masing-masing negara mempunyai kesamaan dalam pelaksanaan pendidikan dan komunikasi.
  5. Produktivitas lebih dari sekedar ilmu teknologi dan teknik manajemen akan tetapi juga mengandung filosofi dan sikap mendasar pada motivasi yang kuat untuk terus menerus berusaha mencapai mutu kehidupan yang baik.
Sinungan (1995: 18) menjelaskan produktivitas dalam beberapa kelompok sebagai berikut :